Struktur Kurikulum

Kurikulum MTI-UNPAR merupakan kurikulum yang berbasiskan outcome dan dirancang mengikuti pedoman kurikulum yang ditetapkan oleh Badan Kerja Sama Teknik Industri (BKSTI). Total SKS yang harus diselesaikan oleh mahasiswa MTI-UNPAR sebanyak 36 SKS yang dapat ditempuh paling cepat 3 semester. Berikut adalah komposisi kurikulum MTI-UNPAR:

  1. Mata kuliah inti (21 SKS)
  2. Mata kuliah bidang kajian (9 SKS)
  3. Tesis (6 SKS)

Metode pembelajaran yang digunakan adalah outcome based learning yang sesuai dengan kerangka kualifikasi nasional Indonesia (KKNI) dengan berpusat pada mahasiswa (student-centered learning). Setiap mata kuliah diberikan kepada mahasiswa dengan berbagai bentuk tergantung pencapaian yang diinginkan pada mata kuliah tersebut.  Metode pembelajaran yang digunakan dalam kurikulum 2018 adalah:

Tatap Muka
Metode ini dilakukan dengan melakukan kuliah di kelas dan merupakan metode pembelajaran yang sudah biasa dipergunakan. Dosen mengajar di kelas, mahasiswa terlibat aktif di kelas melalui kegiatan tanya jawab, presentasi, dan diskusi.

Kuliah Tamu
Metode Kuliah tamu disampaikan oleh narasumber kompeten, dengan tema yang disesuaikan dengan mata kuliah. Melalui kegiatan ini mahasiswa diberi kesempatan untuk dapat mengetahui, melihat dan berdiskusi secara langsung dengan para praktisi.

Studi Kasus
Metode ini dilakukan dengan memberikan kasus yang sesuai dengan mata kuliah. Melalui kegiatan ini mahasiswa diharapkan dapat menyelesaikan kasus-kasus yang sesuai dengan mata kuliah. Metoda ini merupakan bentuk narasi (cerita) atau dapat dalam bentuk video yang biasanya diambil dari pengalaman professional, peristiwa terkini, atau sumber-sumber masa lalu. Studi kasus dapat diperoleh dari publikasi buku dan koleksi on-line. Studi kasus diharapkan mampu menggambarkan kasus nyata dan menarik dari materi yang diajarkan, menimbulkan masalah yang membutuhkan pemikiran tertentu, memiliki masalah dan unsur konflik, bersifat mendorong mahasiswa berpendapat karena tidak memiliki jawaban benar yang pasti, mendorong mahasiswa untuk mengambil posisi dan mengasah kemampuan mahasiswa untuk mengambil keputusan.