Perkembangan Teknik Industri UNPAR

Program Studi Sarjana Teknik Industri merupakan satu dari beberapa program studi tingkat sarjana (S1) di UNPAR. Didirikan pada tahun 1993, saat ini Program Studi Sarjana Teknik Industri UNPAR telah melewati usia 25 tahun. Untuk seorang manusia, di usia inilah saatnya memasuki tahap mandiri dan dewasa.

Teknik Industri mengalami berbagai masa yang menarik, diawali dengan masa di mana mahasiswa berkuliah di lokasi yang berbeda-beda, mulai dari Wisma UNPAR, gedung Rektorat dan kampus jalan Nias, hingga akhirnya memiliki gedung sendiri; dimulai dari praktikum di berbagai tempat lain seperti di Institut Teknologi Bandung (ITB) dan PT PINDAD dan dibimbing dan diasisteni oleh mereka yang berasal dari institusi lain yang tidak mengenal UNPAR dengan baik, sampai akhirnya saat ini memiliki berbagai laboratorium dan memiliki banyak asisten dari dalam UNPAR sendiri. Teknik Industri UNPAR yang saat berdiri baru memiliki 3 laboratorium, saat ini telah memiliki 7 laboratorium dan 1 studio yang mendukung seluruh kegiatan pengajaran dan penelitian di Program Studi.

Teknik Industri UNPAR sempat mengalami berbagai kesulitan dalam pengaturan dosen karena jumlah dosen tetap aktifnya dapat dihitung dengan satu tangan sementara jumlah mahasiswa lebih dari 400 orang. Saat ini, jumlah dosen tetap aktif di Teknik Industri berjumlah 32 orang. Jumlah dosen yang berkualifikasi Magister sebanyak 22 orang (4 orang di antaranya merupakan kandidat Doktor) dan berkualifikasi Doktor sebanyak 10 orang.  (Lihat Gambar 1 – Jumlah Dosen Tetap Teknik Industri UNPAR saat awal berdiri dan saat ini ).

Gambar 1 – Jumlah Dosen Tetap di Teknik Industri UNPAR saat awal berdiri dan kini

Tidak dapat dipungkiri bahwa Teknik Industri UNPAR berkembang dan lebih dari sekedar bertahan. Jumlah mahasiswa Program Studi Sarjana Teknik Industri UNPAR juga terus bertambah, meskipun saat ini jumlah mahasiswa yang diterima di setiap angkatannya dipertahankan di angka 200 untuk menjamin mutu lulusan dan mutu proses yang dialami oleh para mahasiswa tersebut.

Tumbuh berkembang dalam ilmu

Bukan hanya dalam aspek jumlah, Teknik Industri UNPAR juga berkembang dalam aspek keilmuannya. Secara keilmuan, Teknik Industri UNPAR didukung oleh empat pusat studi yang terus mencari dan menggali kemutakhiran ilmu di bidangnya. Keempat pusat studi itu adalah Pusat Studi Ergonomi, Pusat Studi Manufaktur, Pusat Studi Sistem Manajemen dan Pusat Studi Rantai Pasok.

Kurikulum Program Studi Sarjana Teknik Industri UNPAR senantiasa diperbarui untuk mendukung perkembangan ilmu Teknik Industri. Pengembangan mata kuliah Program Studi Sarjana Teknik Industri UNPAR didasarkan pada masukan dan pertimbangan dari masing-masing pusat studi didasarkan pada sub-sub kajian dan pengembangan keilmuan pada pusat studi tersebut. Selain pengembangan kurikulum, arah penelitian Teknik Industri UNPAR juga didasarkan pada arah penelitian keempat pusat studi. Arah penelitian Teknik Industri UNPAR dapat dilihat pada Gambar 2.

Gambar 2 – Arah Penelitian Teknik Industri UNPAR

Setiap lima tahun, Program Studi Sarjana Teknik Industri UNPAR mengevaluasi kurikulumnya, didasarkan pada evaluasi kurikulum sebelumnya dan perkembangan keilmuan dan teknologi serta kebutuhan dunia industri dan masyarakat. Evaluasi didasarkan pada evaluasi internal program studi dan universitas, masukan dari pengguna lulusan, alumni, asosiasi profesi dan BKSTI (Badan Kerja Sama Penyelenggara Pendidikan Teknik Industri), masyarakat luas dan mahasiswa. Untuk menekankan pencapaian kompetensi lulusan Teknik Industri yang andal dan mampu beradaptasi dengan lingkungannya, Program Studi Sarjana Teknik Industri UNPAR mengembangkan kurikulum yang seimbang antara pencapaian kompetensi kognitif, afektif, kooperatif maupun psikomotorik yang mengandalkan kemampuan teknis (hard skills) dan kemampuan sosial komunikasi (soft skills). Oleh karena itu, dalam menjalankan Kurikulum 2013, Program Studi menekankan pentingnya proporsi praktik yang relatif tinggi (praktikum, studio dan studi lapangan) dan pemahaman di kelas (kuliah dan responsi) yang juga dibarengi dengan pencapaian kemampuan soft skills secara ekstrakurikuler.

Dalam upaya mendukung dan tetap mengedepankan perkembangan keilmuan, di samping kegiatan pengajaran, Program Studi Sarjana Teknik Industri UNPAR terus mengadakan kegiatan lomba dan seminar keilmuan. Sejak tahun 2005, Program Studi Sarjana Teknik Industri UNPAR telah menyelenggarakan kompetisi nasional di bidang statistika atau NSCE (National Statistics Competition for Engineering) dan mulai tahun 2013, lomba ini dibarengi dengan Seminar Nasional. Selanjutnya, mulai tahun 2014, lomba statistika ini dijadikan lomba pada tingkat internasional. Selain itu, mulai tahun 2013, Program Studi Sarjana Teknik Industri UNPAR juga menyelenggarakan lomba desain internasional untuk mendukung perhatiannya pada pengembangan keilmuan di bidang engineering design dan industrial design.

Tidak hanya menyelenggarakan kegiatan lomba di bidang keilmuan, Program Studi Sarjana Teknik Industri UNPAR juga memotivasi para mahasiswanya untuk terus berkontribusi dalam lomba dan kompetisi akademik secara nasional. Mahasiswa Program Studi Sarjana Teknik Industri UNPAR telah menunjukkan kompetensi akademiknya dengan memenangkan berbagai lomba di ajang nasional maupun internasional, seperti juara IECOM (Industrial Engineering Competition), NSCE, LKTI (Lomba Keilmuan Teknik Industri), RKTI (Rekayasa Kualitas Teknik Industri), Efficien, INCHALL (Industrial Challenge) dan berbagai lomba lain. Secara perorangan, mahasiswa Program Studi Sarjana Teknik Industri UNPAR juga menunjukkan kemampuan bersaingnya dalam ABC (Asia Business Challenge) yang diselenggarakan oleh PG maupun memperoleh berbagai beasiswa yang ditawarkan perusahaan mitra universitas.

Tumbuh sebagai agen perbaikan

Sebagai sebuah ilmu yang menekankan perancangan dan perbaikan, Teknik Industri UNPAR selalu mengedepankan solusi perbaikan untuk permasalahan yang dihadapi dirinya, dunia industri maupun masyarakat sekitar.

Para dosen Teknik Industri sangat bersemangat dalam mengembangkan kemampuan dan kompetensi dirinya untuk mendukung kegiatan pengajaran dan penelitian di Teknik Industri UNPAR. Banyaknya penelitian yang dilakukan baik dengan dana mandiri, dana universitas, dana pemerintah dan dana institusi dalam negeri, maupun dana dari institusi luar negeri. Penelitian yang dilakukan meliputi berbagai alternatif perancangan dan perbaikan untuk produk (engineering design dan industrial design) dan usabilitas produk, termasuk desain interaksi, sistem keselamatan kerja, perencanaan dan pengendalian produksi dan persediaan, optimasi sistem rantai pasok, analisis dampak lingkungan dan energi, kewirausahaan, technopreneurship maupun inovasi, perancangan dan perbaikan sistem produksi berbasis otomasi.

Selain itu, dosen Teknik Industri UNPAR mengembangkan kompetensinya dan membagikan ilmunya ke masyarakat luas dalam berbagai bentuk pelatihan yang terkait dengan apa yang disebut sebagai perbaikan sistem. Pelatihan yang telah dijalankan oleh para dosen Teknik Industri UNPAR meliputi pelatihan penggunaan 7 tools dalam perbaikan mutu, pelatihan usabilitas produk dan pengalaman pengguna terhadap produk (usability dan user experience), pelatihan terkait dengan rantai pasok seperti perancangan gudang, bull-whip effect dan analisis ekonomi dalam rantai pasok, pelatihan manajemen risiko, manajemen proyek, pelatihan pembuatan rencana bisnis untuk usaha kecil dan menengah (UKM), dan pelatihan terkait dengan penggunaan teknologi informasi maupun pelatihan metode penelitian dan proposal penelitian.

Teknik Industri UNPAR tidak hanya ingin tumbuh dan memperbaiki diri, namun juga ingin menjaga dan menyelaraskan diri dengan lingkungan sekitarnya. Keberlanjutan lingkungan adalah salah satu bidang yang selalu menjadi perhatian Program Studi Sarjana Teknik Industri UNPAR, baik dari sisi pengajaran, penelitian maupun pada nilai-nilai yang dianut dalam keseharian Program Studi. Di bidang pengajaran, Program Studi Sarjana Teknik Industri UNPAR saat ini telah memiliki beberapa mata kuliah yang mendukung pendalaman nilai-nilai keberlanjutan, dimulai dari mata kuliah dasar di tingkat pertama (Pengetahuan Lingkungan), dalam mata kuliah keahlian (dalam Ekologi Industri dan Perancangan Produk) maupun sebagai materi penelitian skripsi di tingkat akhir. Selain itu, banyak penelitian dosen yang juga memfokuskan di bidang ini, baik dalam desain ramah lingkungan, penilaian dampak lingkungan, material yang terbarukan maupun energi terbarukan. Selain itu, Program Studi Sarjana Teknik Industri UNPAR terlibat dalam kerja sama dengan pihak lain untuk pelestarian lingkungan, seperti keterlibatan dalam kerja sama tripartit dengan Tahura Ir. H. Djuanda dan Yayasan Sahabat Lingkungan Hidup untuk menjaga kelestarian Tahura dan keberlanjutannya sebagai daerah penyangga lingkungan Bandung. Dalam penanaman bilai keberlanjutan, secara rutin Teknik Industri melakukan kegiatan ekskursi dengan mahasiswa untuk mengamati kondisi lingkungan hidup di sekitarnya, seperti di daerah aliran sungai Cikapundung, Tahura Djuanda maupun di sekitar UNPAR. Mahasiswa Program Studi Sarjana Teknik Industri UNPAR pun secara rutin mengadakan kegiatan kemahasiswaannya yang terkait dengan pelestarian lingkungan.

Tantangan bertumbuh di masa depan

Berkembang dalam kompetensi non akademik

Dosen dan mahasiswa Teknik Industri tidak hanya mengedepankan kompetensi akademik, namun menjaga keseimbangan kompetensinya dalam kegiatan akademik maupun non akademik. Teknik Industri UNPAR terlibat dalam berbagai kegiatan olah raga, keagamaan, dan kegiatan sosial kemasyarakatan. Dosen Teknik Industri UNPAR ada yang meluangkan waktunya untuk menjadi pelatih basket di salah satu SMA, pendamping kegiatan ekstrakurikuler di beberapa SMA, beberapa dosen Teknik Industri UNPAR juga terlibat aktif sebagai anggota yayasan maupun biro dalam kegiatan keagamaan, dan menjadi juri/komite kegiatan keagamaan, juga dan terdapat beberapa dosen yang aktif dalam kepengurusan lembaga profesi non teknik industri, seperti pengurus lembaga alumni.

Pengembangan kompetensi non akademik juga ditekankan kepada para mahasiswa, yang ditunjukkan dengan banyaknya mahasiswa Program Studi Sarjana Teknik Industri UNPAR yang terlibat dalam lembaga kemahasiswaan universitas maupun menjadi ketua unik kegiatan mahasiswa (UKM) baik di bidang seni maupun olah raga. Banyak mahasiswa Teknik Industri yang terlibat dalam kegiatan internasional. Sejak tahun 1999, mahasiswa Program Studi Sarjana Teknik Industri UNPAR terlibat dalam kegiatan student exchange, termasuk menjadi Google Ambassador, Asian Youth Exchange, HMUN, maupun berbagai kegiatan kunjungan budaya dan lomba paduan suara internasional. Selain itu, banyak dari mahasiswa Teknik Industri yang menjadi atlet tingkat nasional maupun daerah, khususnya untuk olahraga basket, renang, tenis, bola voli, squash, bela diri, maupun badminton.

Berkembang dalam jaringan kerja sama

Teknik Industri UNPAR sadar bahwa untuk tetap tumbuh berkembang secara selaras dengan lingkungan dan masyarakat, Teknik Industri UNPAR tidak dapat berdiri sendiri. Oleh karena itu, Teknik Industri UNPAR terus menjalin dan mengembangkan jaringan kerja samanya dengan berbagai mitra, baik dengan universitas lain maupun dengan dunia industri. Kemitraan dilakukan untuk mengembangkan program kuliah tamu/kuliah dari praktisi, pelatihan untuk dosen dan/atau mahasiswa, sponsorship dan pengembangan fasilitas laboratorium, baik perangkat keras maupun perangkat lunak. Selain itu kerja sama dilakukan untuk memberikan kesempatan bagi mahasiswa magang dan penelitian.

Kerja sama dilakukan juga dengan lembaga dan asosiasi profesi. Beberapa dosen Teknik Industri UNPAR berperan secara aktif pada berbagai lembaga dan asosiasi, seperti pada Indonesia ACM (Association for Computing Machinery) SIGCHI (Special Interest Group Computer Human Interaction), BKSTI dan Australia Alumni Reference Group. Keterlibatan aktif dosen di berbagai kegiatan ini menghasilkan berbagai bentuk workshop, pelatihan maupun kerja sama penyelenggaraan kegiatan internasional.

Penutup

Berbagai kegiatan dan program yang telah dilakukan dan akan terus dilakukan merupakan perwujudan dari tekad Teknik Industri UNPAR untuk menjadi komunitas akademik yang humanum dan bersemangat kasih dalam kebenaran, yaitu masyarakat yang secara cerdas dan kritis senantiasa mencari, menjunjung tinggi, dan menyebarluaskan kebenaran. Tumbuh dan berkembang dalam UNPAR dengan sesanti, Bakuning Hyang Mrih Guna Santyaya Bhakti, Program Studi terus berupaya untuk, berdasarkan Ketuhanan, menuntut ilmu untuk dibaktikan kepada masyarakat”.

Teknik Industri UNPAR terus ingin menuntut ilmu untuk dibaktikan kepada masyarakat dalam semangat dan nilai-nilai universal. Sesuai dengan moto Teknik Industri, kami membuat dan menuju sesuatu yang lebih baik.

we are industrial engineer, we make things better and we make things work better!

Foto: Ketua Jurusan/Program Studi Teknik Industri dari tahun 1993 sampai sekarang

No Ketua Jurusan/Ketua Program Studi Periode
1 Churiah Agustini Santoso, Ir., MSIE 1993 – 1996
2 Dr. Hartanto Wijaya, Ir., MSIE 1996 – 1999
3 Dr. Bagus Made Arthaya, M.Eng. 1999 – 2001
4 Ignatius A. Sandy, S.Si., M.T. 2001 – 2002
5 Sani Susanto, Ph.D. 2002 – 2003
6 Dr. Bernadetta Ane Kwintiana 2003 – 2007
7 Dr. Paulus Sukapto, Ir., MBA 2007 – 2009
8 Y. M. Kinley Aritonang, Ph.D. 2009 – 2013
9 Catharina Badra Nawangpalupi, Ph.D. 2013 – 2015
10 Dr. Carles Sitompul, S.T., M.T., M.I.M. 2015 – 2018
10 Dr. Hotna Marina Sitorus 2019 – sekarang