Perkembangan Teknik Industri UNPAR

Tumbuh dan berkembang dalam semangat Bakuning Hyang Mrih Guna Santyaya Bhakti

Program Studi Teknik Industri merupakan satu dari beberapa program studi tingkat sarjana (S1) yang relatif baru didirikan. Jika UNPAR telah menjalani tantangan selama 60 tahun, Teknik Industri baru menempuh duapuluh satu tahun perjalanannya di UNPAR. Untuk seorang manusia, di usia inilah saatnya ia memasuki usia mandiri dan dewasa.

Teknik Industri mengalami berbagai masa yang menarik, diawali dengan masa di mana mahasiswa studi di tempat yang berbeda-beda, mulai dari Wisma UNPAR, gedung Rektorat, sampai dengan kampus jalan Nias hingga akhirnya memiliki gedung sendiri; dimulai dari praktikum di berbagai tempat lain seperti di Institut Teknologi Bandung (ITB) dan PT PINDAD dan dibimbing dan diasisteni oleh mereka yang berasal dari institusi lain yang tidak mengenal UNPAR dengan baik, sampai akhirnya saat ini memiliki berbagai laboratorium dan memiliki banyak asisten dari dalam UNPAR sendiri. Teknik Industri UNPAR yang saat berdiri baru memiliki 3 laboratorium, saat ini telah memiliki 7 laboratorium dan 1 studio yang mendukung seluruh kegiatan pengajaran dan penelitian di Program Studi.

Teknik Industri UNPAR sempat mengalami berbagai kesulitan dalam pengaturan dosen karena jumlah dosen tetap aktifnya dapat dihitung dengan satu tangan dimana mahasiswa berjumlah lebih dari 400 orang. Saat ini, jumlah dosen tetap aktif di Teknik Industri tidak cukup dihitung dengan dua tangan dan dua kaki (Lihat Gambar 1 – Jumlah Dosen Teknik Industri sejak 1993 – 2013).

Gambar 1 – Jumlah Dosen Teknik Industri sejak 1993 – 2013

Tidak dapat dipungkiri bahwa Program Studi ini berkembang dan lebih dari sekedar bertahan. Jumlah mahasiswa Program Studi Teknik Industri juga terus bertambah, meskipun saat ini jumlah mahasiswa yang diterima di setiap angkatannya dipertahankan di angka 200 untuk menjamin mutu lulusan dan mutu proses yang dialami oleh para mahasiswa tersebut.

Tumbuh berkembang dalam ilmu

Bukan hanya dalam soal jumlah, Program Studi Teknik Industri berkembang dalam keilmuannya. Secara keilmuan, Program Studi didukung dengan Komunitas Bidang Ilmu (KBI) yang terus mencari dan menggali kemutahiran ilmu di bidangnya. Kurikulum Teknik Industri senantiasa diperbarui untuk mendukung perkembangan ilmu Teknik Industri. Teknik Industri memiliki peda panduan (Road Map) penelitian yang didasarkan pada peta panduan penelitian masing-masing KBI. Peta panduan Teknik Industri dapat dilihat pada gambar berikut ini.

Gambar 2 – Peta Arah Penelitian (Road Map) Program Studi Teknik Industri

Pengembangan mata kuliah dan arah penelitian Program Studi Teknik Industri didasarkan pada masukan dan pertimbangan dari masing-masing KBI didasarkan pada sub-sub kajian dan pengembangan keilmuan pada KBI tersebut.

Setiap lima tahun, Program Studi Teknik Industri mengevaluasi kurikulumnya, didasarkan pada evaluasi kurikulum sebelumnya dan perkembangan keilmuan dan teknologi serta kebutuhan dunia industri dan masyarakat. Evaluasi didasarkan pada evaluasi internal program studi dan universitas, masukan dari pengguna lulusan, alumni, asosiasi profesi dan BKSTI (Badan Kerja Sama Penyelenggaraan Pendidikan Teknik Industri), masyarakat luas dan mahasiswa. Untuk menekankan pencapaian kompetensi lulusan Teknik Industri yang handal dan mampu beradaptasi dengan lingkungannya, Program Studi Teknik Industri mengembangkan kurikulum yang seimbang antara pencapaian kompetensi kognitif, afektif, kooperatif maupun psikomotorik yang mengandalkan kemampuan teknis (hard skills) dan kemampuan sosial komunikasi (soft skills). Oleh karena itu, dalam menjalankan Kurikulum 2013, Program Studi menekankan pentingnya proporsi praktek yang relatif tinggi (praktikum, studio dan studi lapangan) dan pemahaman di kelas (kuliah dan responsi) yang juga dibarengi dengan pencapaian kemampuan soft skills secara ekstrakurikuler.

Dalam upaya mendukung dan tetap mengedepankan perkembangan keilmuan, di samping kegiatan pengajaran, Teknik Industri terus mengadakan kegiatan lomba dan seminar keilmuan. Sejak tahun 2005, Teknik Industri UNPAR telah menyelenggarakan kompetisi nasional di bidang statistika atau NSCE (National Statistics Competition for Engineering) dan mulai tahun 2013, lomba ini dibarengi dengan Seminar Nasional. Selanjutnya, mulai tahun 2014, lomba statistika ini dijadikan lomba pada tingkat internasional. Selain itu, mulai tahun 2013, Teknik Industri UNPAR juga menyelenggarakan lomba desain internasional untuk mendukung perhatiannya pada pengembangan keilmuan di bidang engineering design dan industrial design.

Tidak hanya menyelenggarakan kegiatan lomba di bidang keilmuan, Program Studi juga memotivasi para mahasiswanya untuk terus berkontribusi dalam lomba dan kompetisi akademik secara nasional. Mahasiswa Teknik Industri UNPAR telah menunjukkan kompetensi akademiknya dengan memenangkan berbagai lomba di ajang nasional maupun internasional, seperti juara IECOM (Industrial Engineering Competition), NSCE, LKTI (Lomba Keilmuan Teknik Industri), RKTI (Rekayasa Kualitas Teknik Industri), Efficien, INCHALL (Industrial Challenge) dan berbagai lomba lain. Secara perorangan, mahasiswa Teknik Industri juga menunjukkan kemampuan bersaingnya dalam ABC (Asia Business Challenge) yang diselenggarakan oleh PG maupun memperoleh berbagai beasiswa yang ditawarkan perusahaan mitra universitas.

Tumbuh sebagai agen perbaikan

Sebagai sebuah ilmu yang menekankan perancangan dan perbaikan, Teknik Industri UNPAR selalu mengedepankan solusi perbaikan untuk permasalahan yang dihadapi dirinya, dunia industri maupun masyarakat sekitar.

Para dosen Teknik Industri sangat bersemangat dalam mengembangkan kemampuan dan kompetensi dirinya untuk mendukung kegiatan pengajaran dan penelitian di Program Studi. Banyaknya penelitian yang dilakukan baik dengan dana mandiri, dana universitas, dana pemerintah dan dana institusi dalam negeri, maupun dana dari institusi luar negeri. Penelitian yang dilakukan meliputi berbagai alternatif perancangan dan perbaikan untuk produk (engineering design dan industrial design) dan kemampupakaian produk, termasuk desain interaksi, sistem keselamatan kerja, perencanaan dan pengendalian produksi dan persediaan, optimasi sistem rantai pasok, analisis dampak lingkungan dan energi, kewirausahaan, technopreneurship maupun inovasi, perancangan dan perbaikan sistem produksi berbasis otomasi.

Selain itu, dosen Teknik Industri mengembangkan kompetensinya dan membagikan ilmunya ke masyarakat luas dalam berbagai bentuk pelatihan yang terkait dengan apa yang disebut sebagai perbaikan sistem. Pelatihan yang telah dijalankan oleh para dosen Teknik Industri meliputi pelatihan penggunakan 7 tools dalam perbaikan mutu, pelatihan kemampupakaian produk dan pengalaman pengguna terhadap produk (usability dan user experience), pelatihan terkait dengan rantai pasok seperti perancangan gudang, bull-whip effect dan analisis ekonomi dalam rantai pasok, pelatihan manajemen resiko, manajemen proyek, pelatihan pembuatan rencana bisnis untuk usaha kecil dan menengah (UKM), dan pelatihan terkait dengan penggunaan teknologi informasi maupun pelatihan metode penelitian dan proposal penelitian.

Teknik Industri tidak hanya ingin tumbuh dan memperbaiki diri, namun Teknik Industri UNPAR juga ingin menjaga dan menyelaraskan diri dengan lingkungan sekitarnya. Keberlanjutan lingkungan adalah salah satu bidang yang selalu menjadi perhatian Program Studi, baik dari sisi pengajaran, penelitian maupun pada nilai-nilai yang dianut dalam keseharian Program Studi. Di bidang pengajaran, Teknik Industri saat ini telah memiliki beberapa mata kuliah yang mendukung pendalaman nilai-nilai keberlanjutan, dimulai dari mata kuliah dasar di tingkat pertama (Pengetahuan Lingkungan), dalam mata kuliah keahlian (dalam Ekologi Industri dan Perancangan Produk) maupun sebagai materi penelitian skripsi di tingkat akhir. Selain itu, banyak penelitian dosen yang juga memfokuskan di bidang ini, baik dalam desain ramah lingkungan, penilaian dampak lingkungan, material yang terbarukan maupun energi terbarukan. Selain itu, Program Studi terlibat dalam kerja sama dengan pihak lain untuk pelestarian lingkungan, seperti keterlibatan dalam kerja sama tripartit dengan Tahura Ir. H. Djuanda dan Yayasan Sahabat Lingkungan Hidup untuk menjaga kelestarian Tahura dan keberlanjutannya sebagai daerah penyangga lingkungan Bandung. Dalam penanaman bilai keberlanjutan, secara rutin Teknik Industri melakukan kegiatan ekskursi dengan mahasiswa untuk mengamati kondisi lingkungan hidup di sekitarnya, seperti di daerah aliran sungai Cikapundung, Tahura Djuanda maupun di sekitar UNPAR. Mahasiswa Teknik Industri pun secara rutin mengadakan kegiatan kemahasiswaannya yang terkait dengan pelestarian lingkungan.

Tantangan bertumbuh di masa depan

Berkembang dalam kompetensi non akademik

Dosen dan mahasiswa Teknik Industri tidak hanya mengedepankan kompetensi akademik, namun menjaga keseimbangan kompetensinya dalam kegiatan akademik maupun non akademik. Teknik Industri UNPAR terlibat dalam berbagai kegiatan olah raga, keagamaan, dan kegiatan sosial kemasyarakatan. Dosen Program Studi ada yang meluangkan waktunya untuk menjadi pelatih basket di salah satu SMA, pendamping kegiatan ekstrakurikuler di beberapa SMA, beberapa dosen Program Studi juga terlibat aktif sebagai anggota yayasan maupun biro dalam kegiatan keagamaan, dan menjadi juri/komite kegiatan keagamaan, juga dan terdapat beberapa dosen yang aktif dalam kepengurusan lembaga profesi non teknik industri, seperti pengurus lembaga alumni.

Pengembangan kompetensi non akademik juga ditekankan kepada para mahasiswa, yang ditunjukkan dengan banyaknya mahasiswa Teknik Indsustri yang terlibat dalam lembaga kemahasiswaan universitas maupun menjadi ketua unik kegiatan mahasiswa (UKM) baik di bidang seni maupun olah raga. Banyak mahasiswa Teknik Industri yang terlibat dalam kegiatan internasional. Sejak tahun 1999, mahasiswa Teknik Industri terlibat dalam kegiatan student exchange, termasuk menjadi Google Ambassador, Asian Youth Exchange, HMUN, maupun berbagai kegiatan kunjungan budaya dan lomba paduan suara internasional. Selain itu, banyak dari mahasiswa Teknik Industri yang menjadi atlet tingkat nasional maupun daerah, khususnya untuk olahraga basket, renang, tenis, bola voli, squash, bela diri, maupun badminton.

Berkembang dalam jaringan kerja sama

Program Studi Teknik Industri sadar bahwa untuk tetap tumbuh berkembang secara selaras dengan lingkungan dan masyarakat, Program Studi tidak dapat berdiri sendiri. Oleh karena itu, Program Studi terus menjalin dan mengembangkan jaringan kerja samanya dengan berbagai mitra, baik dengan universitas lain maupun dengan dunia industri. Kemitraan dilakukan untuk mengembangkan program kuliah tamu/kuliah dari praktisi, pelatihan untuk dosen dan/atau mahasiswa, sponsorship dan pengembangan fasilitas laboratorium, baik perangkat keras maupun perangkat lunak. Selain itu kerja sama dilakukan untuk memberikan kesempatan bagi mahasiswa magang dan penelitian.

Kerja sama dilakukan juga dengan lembaga dan asosiasi profesi. Beberapa dosen Teknik Industri berperan secara aktif pada berbagai lembaga dan asosiasi, seperti pada Indonesia ACM (Association for Computing Machinery) SIGCHI (Special Interest Group Computer Human Interaction), BKSTI dan Australia Alumni Reference Group. Keterlibatan aktif dosen di berbagai kegiatan ini menghasilkan berbagai bentuk workshop, pelatihan maupun kerja sama penyelenggaraan kegiatan internasional.

Penutup

Berbagai kegiatan dan program yang telah dilakukan dan akan terus dilakukan merupakan perwujudan dari keyakinan Program Studi Teknik Industri UNPAR bertekad untuk menjadi komunitas akademik yang humanum dan bersemangat kasih dalam kebenaran, yaitu masyarakat yang secara cerdas dan kritis senantiasa mencari, menjunjung tinggi, dan menyebarluaskan kebenaran. Tumbuh dan berkembang dalam UNPAR dengan sesanti, Bakuning Hyang Mrih Guna Santyaya Bhakti, Program Studi terus berupaya untuk, berdasarkan Ketuhanan, menuntut ilmu untuk dibaktikan kepada masyarakat”.

Oleh karena itu dalam kesempatan be-retrospeksi pada 60 tahun UNPAR ini, Program Studi Teknik Industri terus ingin menuntut ilmu untuk dibaktikan kepada masyarakat dalam semangat dan nilai-nilai universal. Selamat Ulang Tahun ke-60 Universitas Katolik Parahyangan yang kami cintai. Kami, Teknik Industri sesuai dengan motto Teknik Industri, kami membuat dan menuju sesuatu yang lebih baik.

we are industrial engineer, we make things better and we make things work better!

Foto: Ketua Jurusan/Program Studi Teknik Industri dari tahun 1993 sampai sekarang

No Ketua Jurusan/Ketua Program Studi Periode
1 Churiah Agustini Santoso, Ir., MSIE 1993 – 1996
2 Dr. Hartanto Wijaya, Ir., MSIE 1996 – 1999
3 Dr. Bagus Made Arthaya, M.Eng. 1999 – 2001
4 Ignatius A. Sandy, S.Si., M.T. 2001 – 2002
5 Sani Susanto, Ph.D. 2002 – 2003
6 Dr. Bernadetta Ane Kwintiana 2003 – 2007
7 Dr. Paulus Sukapto, Ir., MBA 2007 – 2009
8 Y. M. Kinley Aritonang, Ph.D. 2009 – 2013
9 Catharina Badra Nawangpalupi, Ph.D. 2013 – 2015
10 Dr. Carles Sitompul, S.T., M.T., M.I.M. 2015 – sekarang

 

 (Catharina Badra Nawangpalupi)