TIM TEKNIK INDUSTRI UNPAR MERAIH PRESTASI DALAM ASIA PACIFIC DESIGN CHALLENGE 2017

Salah satu tim Teknik Industri UNPAR berhasil menjadi Runner Up dalam 8 Hour Student Design Challenge, Asia Pacific  Design Challenge (APDeC) 2017 yang diselenggarakan pada 1 November 2017 di Gedung Sekolah Pascasarjana Universitas Katolik Parahyangan. Tim UNPAR yang berada di bawah bimbingan Dr. Thedy Yogasara ini terdiri dari Steffi (2014610028), Maria Caecillia (2014610079), dan Tertia Aurelie (2014610081).

APDeC merupakan sebuah acara ikonik Program Studi Teknik Industri UNPAR yang diselenggarakan setiap 2 tahun sekali. Acara ini merupakan bentuk perhatian Program Studi Teknik Industri UNPAR dalam pengembangan keilmuan di bidang industrial design dan engineering design.

Tema yang diangkat dalam APDeC 2017 adalah “A Sustainable Future by Design”. Terdapat 16 tim yang berlaga dalam kompetisi ini yang berasal dari berbagai universitas di Indonesia dan 1 tim dari Filipina yaitu De La Salle University. Pada 8 Hour Design Challenge ini setiap tim diminta untuk membuat sebuah rancangan universal produk yang memenuhi kebutuhan salah satu dari 3 jenis kategori populasi, yaitu lansia, anak-anak, dan tunanetra. Konsep lomba 8 Hour Design Challenge dirancang agar mahasiswa mendapatkan pengalaman bekerja pada dunia industri desain yang memiliki tenggat waktu terbatas.

Skema lomba dibuat dengan menghadirkan 3 narasumber yang mewakili lansia, anak-anak, dan tunanetra. Para peserta akan mewawancarai narasumber tertentu untuk mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan yang nantinya diterjemahkan ke dalam rancangan produk. Tidak hanya itu, para peserta pun dituntut untuk memperkaya informasi yang akan menjadi dasar rancangannya dari berbagai media yang disediakan panitia namun dengan adanya batasan tertentu.

Pada akhirnya, setiap peserta harus mampu menyajikan konsep rancangannya serta story board produk di hadapan para juri, yaitu Dr. Paulus Insap Santosa  (Universitas Gadjah Mada), Dr. Emil Kaburuan (Universitas Informatika dan Bisnis Indonesia), dan Dr. Johanna R.O. Hariandja (Universitas Katolik Parahyangan). Penilaian pada rancangan yang dibuat tidak hanya difokuskan pada pemenuhan kebutuhan pengguna, tetapi juga pada beberapa hal lain seperti kenyamanan dalam pemakaian, inovasi, aspek kelestarian lingkungan, serta potensi komersialisasi di masa mendatang.